Tuesday, July 24, 2012

Dokumenter amatir Papandayan

Pendakian ini belum sampai Puncak Papandayan di karenakan.......



 

Friday, March 9, 2012

Friendship is True

Apa yang sekiranya saya tahu tentang persahabatan itu....

Memang sangat berharga buat saya

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian





Monday, February 13, 2012

Carper Gunung Papandayan ( tidak sampai puncak )

Gunung Papandayan 2665 mdpl , Garut

15 January 2012



Perjalanan awal saya di awal tahun baru 2012, saya berangakat dari rumah di bintaro jam 16.40 . dan saya menunggu Jonathan Klemens (Joe) di pengkolan point square Lebak bulus. Saya bermula janjian dengan Joe di tempat itu, dan ternyata saya datang lebih awal. Jadi saya memutuskan untuk pergi terlebih dahulu ke Terminal Kampung Rambutan. Dengan membayar 3000 rupiah saya sampai juga di Terminal tersebut dengan menggunakan Kopaja kuning dengan no 509. Di Terminal Kampung Rambutan saya bertemu Citra Rinjani (Arin) dan Irfan tepat jam 18.30 Joe pun belum datang juga, Jadi kita harus menunggu Joe. Setelah beberapa menit kemudian Joe akhirnya datang, dan setelah itu kita berempat berangkat dengan menggunakan bis antar kota karunia bakti, jam 19.28 kita berangkat dari terminal Kampung Rambutan. Dan setelah nawar-nawar harga, memang kita harus membayar bis tersebut dengan 35.000 rupiah. 

I am



Pemandangan Cikuray dari atas mobil
 
 Saat di dalam bis, kita ke asikan mengobrol. Dan saya terjatuh dari kursi sampai tangga bis itu karena rem mendadak. Yang saya dapat hanya tawaan dari Joe dan Arin. Setelah selama kurang lebih 5 jam kami di dalam bis, kami akhirnya sampai di terminal Guntur. Kami berniat untuk bermalam di terminal tersebut. Setelah mencari-cari tempat peristirahatan, akhirnya kami dapat di masjid Jami al-mubarok. Masjid ini depan terminal Guntur. Setelah menaruh barang-barang kami. Kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Karena perut sudah kenyang akhirnya kami tidur…

Catper Gunung Lawu

Gunung Lawu 3265m DPL, Surakarta – Solo

Berawal perjalanan dari kampung inggris di Pare, Jawa Timur. Saya dan kedua teman saya, Jonathan Klemens yang biasa di panggil Joe dan Teguh Ariyanto yang akrab di panggil Tiar. Kami bertiga berangkat ke stasiun Kediri, dengan menggunakan kereta Kahuripan menuju stasiun Solo Balapan. Setelah sekian lama perjalanan di kereta, akhirnya kami pun sampai di Solo. Di Solo kami bertemu dengan Citra Rinjani yang biasa di panggil Arin. Arin berangkat dari Jakarta menuju Solo sendirian. Setelah bertemu Arin, Kami Berempat di Jemput oleh teman joe di stasiun Solo Jebres. Iwan yang menjemput kami untuk bermalam di rumahnya. Dia adalah mahasiswa UNS, yang hobinya juga mendaki gunung. Setelah sampai di rumahnya Iwan, kami pun istirahat dan mempacking ulang tas carier kami. Setelah membereskan tas, kami pun tidur.


  


Pagi hari kami bangun untuk menuju gunung Lawu dengan menggunakan Bis. Dengan membayar 10.000 rupiah kami sampai di terminal. Lalu di lanjutkan lagi menuju pos basecamp Cemoro Kandang dengan menggunakan mobil elf carry dengan membayar 5.000 rupiah. Setelah sampai kami pun mendaftar untuk mendaki gunung Lawu, dan membaca peta gunung Lawu. Setelah Istirahat 15 menit, kami langsung memulai penanjakan ke Pos 1. Jalur yang kami tempuh adalah Cemoro Kandang, Jalur terpanjang dari Jalur lainnya yang berada di gunung Lawu. Jalur air dan tanah lembab. Tidak beberapa lama kami sampai di Pos 1 untuk Sarapan pagi. Kami memasak mie goreng dengan sosis. Setelah makan kami pun beres-beres dan langsung berangkat menuju Pos 2. Perjalanan cukup panjang dari Pos 2 ke Pos 3, tapi kami masih tetap semangat untuk mendaki. Karena ini baru awal dari tes mental di pegunungan. Pemandangan sangat indah melewati jalur Cemoro Kandang, kami mengitari gunung yang sampingnya Jurang. Di pejalanan kami mendapatkan buah sawo yang banyak dengan airnya. Kami berempat dikasih buah sawo oleh Pendaki dari Solo. Memang benar kata orang, Orang-Orang Solo Jawa Tengah. Sangat sopan dan peduli ke sesama. Setelah berjalan lagi, kami sedikit kelelahan karena Pos 2 ke Pos 3 rute paling panjang dan kami kekurangan tidur waktu malam hari. Akhirnya kami tidur di tengah jalan. Setelah tidur beberapa menit, Kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 3.  Waktu sampai di Pos 3 hari sudah mulai gelap. Kami beristirahat di Pos 3 dan memasak untuk makan malam. Niatnya kami memasak nasi, dengan Sosis. Tapi karena kebanyakan air, akhirnya menjadi bubur-buburan. Rasa bubur itu cukup asin dan pedas karena kebanyakan lada dan garam. Kami makan sedikit tidak mood untuk makan. Tapi karena merasa sayang makanan akhirnya kami pun makan dengan terpaksa. Setelah makan kami langsung berjalan menuju Pos 4. Dekat dari Pos 3, kami mengisi persedian air di Sendang Panguripan. Mengisi 1 drigen air. Setalah itu kami melanjutkan perjalanan. Diperjalanan malam itu, di temani angin kencang dan jalur yang mutar-mutar. Kami menikmati pemandangan keindahan malam kota Solo. Dan selalu kami berkomentar ‘bagus ya city lightnya’.  Kami banyak istirahat saat menuju Pos 4, karena kami berjalan sudah melampaui batas stamina kami. Di saat kami sudah lelah dan tidak juga melihat Pos 4. Kami berniat untuk mendirikan tenda. Arin sudah sangat lelah dan ngantuk, dan kami tetap membujuk dan menyemangati Arin untuk tetap tahan agar bisa sampai ke Pos 4. Setelah kami melewati jalur memutar itu dan di temani angin kencang, akhirnya kami sampai juga di Pos 4. Sesampai di pos 4 kami langsung mendirikan tenda dan tertidur lelap. 

Friday, January 27, 2012

Panorama Gunung Papandayan



Gunung papandayan dengan ketinggian 2665 Mdpl ini saya abadikan melalui kamera saya pada tanggal 16 January 2012 di cisurupan, Garut